Di Kemenag, Jemaah Protes First Travel Masih Promo Umrah Murah

Jakarta – Kementerian Agama RI melakukan mediasi antara jemaah dan lembaga penyedia umrah First Travel. Perwakilan jemaah menuntut agar uang mereka dikembalikan.

“Nah tuntutan kami dari 120 jemaah ini, adalah cuma satu, tidak reschedule tapi kita minta pengembalian uang tanpa potongan. Utuh dan dalam waktu 7 hari kerja,” ujar Mustolih Siradj di Kementerian Agama, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017).

Siradj, yang juga Ketua Umum Komnas Haji dan Umrah, mengatakan pihak First Travel tidak hadir dan tidak mengirimkan perwakilan dalam mediasi. Kali ini pihaknya mengaku masih menunggu surat somasi yang dikirimkan ke First Travel.

“Berikutnya kita juga dari Komnas Haji sudah menyurati somasi First Travel tanggal 16 Mei yang lalu, tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Jadi kami juga berencana melayangkan surat lagi, untuk meminta kejelasan, sebenarnya apa yang terjadi pada jemaah,” kata Mustolih.

Mustolih menyayangkan ketidakhadiran pihak First Travel dalam mediasi itu. Dia berpendapat sudah tidak ada iktikad baik dari pihak penyelenggara umrah tersebut.

“Tapi sikap dari kami jelas refund, karena hari ini mereka diundang 2 kali, diundang Kementerian Agama mereka sudah tidak merespons, mereka sudah tidak menghargai regulator. Padahal yang namanya Kementerian Agama itu adalah pihak yang mengeluarkan izin, yang memberikan izin operasional mereka mendirikan perjalanan umrah,” tuturnya.

“Tapi hari ini temen-temen tahu semua tampaknya belum ada iktikad baik dari pihak First Travel untuk menyelesaikan persoalan ini,” ucapnya.

Mustolih mengatakan puncak musim umrah terjadi akhir Ramadan. Setelah masuk bulan Syawal, Zulkaidah, Zulhijah, sampai Muharam, yang merupakan musim haji, tidak mungkin ada pemberangkatan umrah.

“Dan mungkin baru umrah itu setelah Muharam itu kita kira bulan Oktober atau November dan itu pun sudah jadwal sibuk penerbangan dari jemaah-jemaah lain. Jemaah kami meminta pada Komnas Haji meminta saja refund kalau misalnya nanti dari pihak FT belum ada iktikad baik, maka kami akan melakukan langkah langkah hukum kemungkinan di pertengahan bulan Ramadan nanti,” tutur Mustolih.

Mustolih mengaku prihatin hingga saat ini First Travel masih mempromosikan paket umrah di seluruh akun media sosialnya (medsos). Padahal masih banyak jemaah yang hingga kini belum jelas kapan berangkat umrah.

“Karena mereka selalu sampai hari ini temen-temen bisa lihat Instagram, Facebook, dan medsos bahwa mereka terus melakukan promosi, bahkan promosinya itu tidak tanggung-tanggung, kalau kemarin promosinya Rp 14.300.000, yang beredar itu seperti merek salep 888. Nah, ini artinya bakal banyak orang lagi yang tidak tahu kemudian mendaftar lagi, kemudian telantar lagi,” ucap dia.

Dia mengimbau pemilik First Travel Andika Surachman berterus terang soal tertundanya keberangkatan jemaah umrah. Dia menyayangkan pihak jemaah yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

“Kepada Saudara Andika Surachman, agar secara gentle, secara jantan menghadapi bagaimana harus terang terang saja. Berapa sebenarnya jemaah travel dan berapa dia punya uang. Kalau mereka kemudian mereka tidak mampu lagi ya harus bertanggung jawab, tidak kemudian dipanggil Kementerian Agama tidak hadir. Kami surati mereka tidak jawab. Jemaah umrah yang temen-temen tahu semua itu tamu Allah harusnya dihormati yang seharusnya tidak diperlakukan seperti ini,” kata dia.

Sebagai perwakilan jemaah, dia meminta Andika menjelaskan duduk perkara tertundanya keberangkatan jemaah umrah. Dia menegaskan pihaknya meminta pengembalian uang secara penuh (refund) karena merasa dirugikan.

“Atas nama jemaah, saya meminta kepada Saudara Andika untuk menjelasi ini harusnya seperti apa. Kami poinnya di dalam salah satunya adalah meminta Kementerian Agama, pertama adalah refund, (dan) yang kedua kalau ada mediasi lagi segera beritahu kami,” ucap dia.

 

Sementara itu, Kepala Subdit Umrah Kemenag Arfi Hatim mengatakan hasil pertemuan hari ini akan menjadi bahan tindak lanjut ke pihak First Travel. Arfi mengatakan akan mempertimbangkan permintaan jemaah yang sebagian meminta uang kembali dan kejelasan soal keberangkatan.

“Dari pertemuan mediasi ini yang disampaikan oleh jemaah juga bagi kami menjadi nazar dalam memberikan tindakan administrasi kepada pihak TF,” katanya.

Arfi memastikan segera mengambil langkah tindak lanjut setelah menampung aspirasi dari jemaah. Pihaknya segera berkoordinasi dengan tim untuk mengusut kasus tersebut.

“Hasil ini akan kami laporkan pada pimpinan, tapi kami minta tim kami untuk penyelesaian ini. Setelah ketemu pimpinan akan segera kami tindak lanjuti,” tutur Arfi.

Menteri Lukman Minta Jamaah Umrah Cek Biro Travel di Web Kemenag
Pemerintah Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1438 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *