Persiapan Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Pembahasan tentang aspek kesehatan selama menjalankan ibadah haji dan umrah tidak kalah penting dibandingkan dengan aspek hukum atau tata cara melaksanakan haji. Bagaimanapun, kelancaran ibadah haji atau umrah akan terganggu apabila seorang jamaah mengalami gangguan kesehatan.

Bahan makanan yang manis dan berkalori tinggi seperti kurma, manisan, dan kue-kue banyak tersedia di Tanah Suci. Jika seorang jamaah haji atau umrah tidak mengatur pola makannya dan sembarangan mengkonsumsi makanan- makanan tersebut, bisa jadi gula darahnya akan meningkat tajam.

Bukan hanya itu, berat badannya juga bisa naik tak terkendali. Jika berat badannya berlebihan maka gerakannya menjadi kurang lincah dan mudah mengalami kelelahan. Padahal ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang fit dan prima.

Bagaimanakah seharusnya jamaah haji dan umrahdalam memilih jenis-jenis makanan yang layak dikonsumsi saat berada di Tanah Suci? Kemudian bagaimanakah saran-saran para ahli kesehatan agar jamaah haji dan umrah tidak mudah terserang penyakit, baik sebelum berangkat menuju Tanah Suci, ketika berada di sana, dan sewaktu kembali ke Tanah Air?

Berikut ini tips-tips menjaga kesehatan sangat penting untuk diperhatikan oleh semua jamaah haji dan umrah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Persiapan sebelum berangkat menuju Tanah Suci, terutama persiapan yang menyangkut aspek kesehatan, sangat penting untuk dilakukan oleh para jamaah haji dan umrah. Di samping itu, informasi tentang cuaca dan iklim di Arab Saudi juga tidak kalah penting.

Dengan mempersiapkan kesehatan sebaik mungkin dan membekali diri dengan pengetahuan tentang kondisi alam Arab Saudi, jamaah haji akan lebih mudah menjaga kesehatan dirinya, sehingga ibadah mereka tidak akan terkendala oleh gangguan kesehatan.

1. Menjaga Kondisi Fisik.

Pada prinsipnya, upaya menjaga kesehatan agar tetap prima selama menjalankan ibadah haji dan umrah tidak jauh berbeda dengan upaya menjaga kesehatan sehari- hari. Perbedaannya hanya pada sikap atau perilaku kita yang dituntut lebih bijak dalam memilih makanan atau melakukan kegiatan di tengah cuaca dan iklim yang jauh berbeda.

2. Konsultasi Medis.

Konsultasi medis harus dilakukan oleh jamaah haji yang akan pergi ke Tanah Suci jauh hari sebelum keberangkatannya. Konsultasi setidaknya dilakukan 4-6 minggu sebelum berangkat. Sewaktu melakukan konsultasi medis, segala macam keluhan tentang kondisi kesehatan harus kita sampaikan.

Konsultasi medis bisa dilakukan kepada dokter pertama (Puskesmas) dan dokter kedua (Dinas Kesehatan Kota atau Kabupaten). Dokter sebagai pihak yang memeriksa kondisi kesehatan seorang pasien juga harus menyampaikan hasil analisanya secara apa adanya.

Dengan adanya informasi yang valid tentang kondisi kesehatan seorang calon jamaah haji diharapkan seluruh kegiatan yang menjadi bagian dari ritual haji dapat dilaksanakan dengan baik.

Sumber: Pusat Kesehatan Haji Departemen Kesehatan Indonesia

Jamaah Haji 2014 Akan Diangkut Airbus A380
Balasan Bagi Orang yang Mampu, Namun Tidak Berhaji