Fatwa MUI Tentang Penjualan Berjenjang Syariah Perjalanan Umrah

FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA
NO. 83/DSN-MUI/VI/2012 TENTANG PENJUALAN LANGSUNG BERJENJANG SYARIAH PERJALANAN UMRAH

Ketentuan Hukum :
PLBS Jasa Perjalanan Umrah diperbolehkan dengan syarat mengikuti akad-akad dan semua ketentuan dalam fatwa ini.
Ketentuan Akad :
PLBS Jasa Perjalanan Umrah menggunakan akad Ijarah Maushufahfi al-Dzimmah dalam rangka anggota memperoleh Jasa Perjalanan Umrah dari perusahaan, dan akad Ju ‘alah dalam rangka penjualan langsung berjenjang (al-Taswiq al-Syabaki).

Sertifikat

________________________________________
MENCERMATI PENJUALAN LANGSUNG BERJENJANG SYARIAH (PLBS) DAN PROGRAM SOLUSI UMRAH

Saya sadur dari Penulis Saudara Ahmad Ifham Sholihin (Pakar Ekonomi Syariah) yang dimuat di Majalah Sharing Tahun 2011. Kemudian kami diperbandingkan dengan sistem yang berjalan sebagai metodologi usaha bisnis kemitraan travel umrah. Metologi merupakan sistem atau metode dalam rangka bermuamalah untuk kemaslahatan dan kebaikan umat.
Mari kita cermati satu per satu 12 ketentuan PLBS dari DSN MUI agar kita bisa dengan mudah mengetahui kesyariahan bisnis dengan sistem PROGRAM SOLUSI UMRAH PT ARMINAREKA PERDANA dan PT.LIMA UTAMA SUKSES”BEKASI”.

Ketentuan No. 1: adanya objek transaksi riil yang diperjualbelikan berupa barang atau produk jasa. Objek PLBS ini bisa apa saja asal halal, namun akan lebih bermanfaat dan tidak menimbulkan banyak polemik ketika objek PLBS ini berupa kebutuhan pokok atau produk yang sering kita pergunakan sehari-hari.
PT Arminareka Perdana (selanjutnya disebut saja PT ARP)/PT.LIMA UTAMA SUKSES”BEKASI”. memiliki produk berupa jasa travel perjalanan umrah dan haji. Objek transaksi riil bahwa setiap jamaah berangkat ke Baitullah dengan syarat lunas biaya perjalanan.

Ketentuan No. 2: barang atau produk jasa yang diperdagangkan bukan sesuatu yang diharamkan dan/atau yang dipergunakan untuk sesuatu yang haram. Kita bisa dengan mudah mengetahui apakah barang objek bisnis PLB tersebut haram atau tidak, baik dari sisi zat maupuan kegunaannya. Namun perlu diingat bahwa meskipun objek PLB adalah halal, tidak menjamin bahwa sistem bisnis PLB-nya sesuai syariah.
Produk berupa jasa perjalanan umrah dan haji oleh PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES”BEKASI”. merupakan perjalanan yang diperintahkan Allah untuk umrah dan haji.

Ketentuan No. 3: transaksi dalam perdagangan tersebut tidak mengandung unsur gharar, maysir, riba, dharar, dzulm, dan maksiat. Gharar adalah ketidakjelasan. Potensi gharar bisa berawal ketika sebenarnya kita tidak membutuhkan objek PLB tersebut padahal posisi kita juga adalah pembeli sekaligus pengguna. Gharar bisa juga terjadi ketika dalam jaringan berjenjang tersebut kita tidak tahu apakah berada di tingkatan teratas sehingga kita beruntung, ataukah berada di tingkatan bawah sehingga kita merugi?
PT ARP dan PT.LIMA UTAMA SUKSES BEKASI menempatkan jamaah sebagai pengguna jasa travel umrah adalah sama di mata Allah sebagai hamba Allah yang menjalankan ibadah umrah dan haji. Jaringan silaturahim (networking) tidak berpengaruh posisi sebab yang penting semakin banyak mendapatkan jamaah pengguna jasa travel umrah maka semakin meningkat rezekinya dari hasil kerja sebagai mitra usaha. Demikian sebaliknya bila hasil kerja keras syiarnya tidak banyak maka hasil komisi kemitraan pun sesuai dengan clossing yang diterima.
Maysir bisa terjadi ketika tujuan kita ikut PLB adalah untung-untungan yakni siapa tahu nanti berhasil memenuhi target sehingga memeroleh komisi atau bonus menggiurkan. Sedangkan indikasi riba bisa muncul pada keuntungan yang diperoleh di saat kita memberikan iuran keanggotaan dengan harapan uang tersebut mendatangkan tambahan uang ketika kita berhasil merekrut anggota baru, jadi tidak berdasarkan volume penjualan produk.
Sebagai mitra usaha PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES “BEKASI” sudah barang tentu usahanya bukan usaha untung-untungan, sebab komisi diterima berdasarkan volume penjualan tiket umrah khususnya saat ini. Semakin banyak tiket yang dibeli calon jamaah maka semakin banyak pula hasil kerjanya. Tidak ada janji yang menggiurkan sebab semua transaksi per jamaah dan dari perusahaan memberikan komisi penjualan dan tambahan berupa pembinaan jamaah.
Sementara itu, dharar adalah dampak yang membahayakan, tidak manfaat, menyulitkan atau merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dharar bisa terjadi ketika dari awal memang kita tidak ada minat dan niat untuk mendistribusikan barang, dan selanjutnya kita akan sibuk melakukan berbagai upaya yang sebenarnya mungkin bertentangan dengan nurani dan minat kita.
Dalam hal ini sangat jelas tidak dharar sebab umat muslim sudah tentu berminat berniat untuk umrah dan haji ke Baitullah.

Ketentuan No. 4: tidak ada kenaikan harga/biaya yang berlebihan (excessive mark-up), sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas/manfaat yang diperoleh. Excessive Mark-Up adalah batas marjin laba yang berlebihan yang dikaitkan dengan hal-hal lain di luar biaya. Dan secara logis, harga produk PLB harus lebih murah dari harga pasar ketika dibandingkan dengan jenis dan kualitas barang yang sama, karena produk PLB tidak lagi dibebani oleh biaya promosi dan penggajian karyawan bagian sales/distribusi.
PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES”BEKASI”menerapkan harga yang sama untuk semua produk jasa travel dengan voucher DP USD 350 dan pembayarannya dipatok Rp 3.500.000,- saja untuk umrah. Sedangkan untuk sisanya disesuaikan dengan tingkat nilai tukar rupiah dengan USD sebab perjalanan dengan biaya dalam USD. Tergantung kebijakan Kementrian Agama dalam hal biaya total dengan penggunaan nilai tukar USD.

Ketentuan No. 5: komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota baik besaran maupun bentuknya harus berdasarkan pada prestasi kerja nyata yang terkait langsung dengan volume atau nilai hasil penjualan barang atau produk jasa, dan harus menjadi pendapatan utama mitra usaha dalam PLBS. Jadi besarnya komisi tidak ditentukan berdasarkan masuknya uang iuran keanggotaan.
PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES “BEKASI” sudah sangat jelas komisi yang diterima berdasarkan prestasi usaha penjualan dengan melakukan syiar umrah dalam hal ini dan clossing jamaah daftar dan membayara biaya perjalanan umrah.

Ketentuan No. 6: Bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota (mitra usaha) harus jelas jumlahnya ketika dilakukan transaksi (akad) sesuai dengan target penjualan barang dan atau produk jasa yang ditetapkan oleh perusahaan. Bonus merupakan tambahan imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada mitra usaha atas penjualan, karena berhasil melampaui target penjualan barang dan atau produk jasa yang ditetapkan perusahaan.
PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES “BEKASI” sudah sangat jelas besarnya komisi yang diterima jumlahnya.

Ketentuan No. 7: tidak boleh ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh secara reguler tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang dan atau jasa. Ini jelas bahwa selain karena prestasi pribadi atas penjualan, komisi atau bonus diperoleh jika ada keterlibatan atau interaksi aktif antara penerima komisi atau bonus dengan pihak yang direkrut.
PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES “BEKASI” tidak menerapkan adanya bonus pasif sebab tiap mendapatkan jamaah yang clossing pendaftaran dan bayar baik DP maupun pelunasan otomatis mitra usaha mendapatkan komisi yang dibayarkan langsung oleh perusahaan (bukan pemotongan dari pendaftaran DP). Komisi ditransfer dari rekening perusahaan pusat ke mitra usaha tiap hari Kamis bila berhasil clossing jamaah. Bila tidak ada clossing jamaah mendaftar, tentu tidak mendapatkan komisi.

Ketentuan No. 8: pemberian komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota (mitra usaha) tidak menimbulkan ighra, yaitu daya tarik luar biasa yang menyebabkan orang lalai terhadap kewajibannya demi melakukan hal-hal atau transaksi dalam rangka memperoleh bonus/komisi yang dijanjikan. Jadi komisi atau bonus tidak boleh dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi faktor utama yang paling menarik sebagai sumber income, atau tujuan utama melakukan bisnis PLB. Income dari marjin keuntungan penjualan barang atau produk jasa, sudah selayaknya lebih besar daripada income berupa komisi atau bonus.
PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES “BEKASI ” tidak ada bonus yang menyebabkan ighra atau daya tarik luar biaya, bonus didapat berdasarkan hasil kerja bahkan bisa terjadi mitra usaha yang merekrut jamaah akan mendapatkan bonus yang lebih kecil dari jamaah yang direkrutnya karena mitra usaha kurang melakukan syiar dalam merekrut umat melakukan umrah dalam hal ini dibandingkan jamaah yang direkrutnya karena lebih gesit dalam bersyiar umrah.

Ketentuan No. 9: tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan (dzulm) dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya. PLB yang benar harus bisa memberikan jaminan bahwa downline paling bawah akan bisa mendapatkan imbal hasil yang sama dengan yang mulai lebih awal, jika berhasil melakukan distribusi produk PLB meskipun downline tersebut tidak lagi memiliki downline.
PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES “BEKASI ” dalam program solusi sudah barang tentu bahwa masing-masing mitra hanya mendapatkan komisi dari hasil penjualan jasa berupa komisi rekrut dan komisi pembinaan yang nilainya sama di setiap jamaah dan tergantung volume penjualan jasa travel.
Salah satu strateginya adalah membuat ketentuan bahwa meskipun kita sudah memiliki downline, namun kita tidak berhak memperoleh komisi atau bonus atas keberadaan downline tersebut, jika kita dan/atau downline kita tidak berhasil memenuhi kuota penjualan dalam jumlah dan waktu yang ditentukan. Begitu pula jika anggota paling awal tidak berhasil melakukan penjualan dengan kuota tertentu, maka dia tidak berhak memeroleh komisi atau bonus. Dan yang harus selalu diingat bahwa komisi atau bonus hanyalah penyemangat bisnis atas keberhasilan menjual produk, bukan tujuan utamanya.
PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES “BEKASI” dalam usaha mitra ini tidak mengenal adanya tutup point atau kuota penjualan. Kuota penjualan diserahkan kepada pemitra usaha. Semakin banyak usaha syiar akan semakin banyak pendaftar umrah yang membayar DP dan melunasi atau bahkan diajak bermitra juga.

Ketentuan No. 10: sistem perekrutan keanggotaan, bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan aqidah, syariah dan akhlak mulia, seperti syirik, kultus, maksiat dan lain-lain. PLBS yang benar harus mengakomodir kepentingan ibadah kepada Tuhan, berbuat baik kepada sesama, tidak memaksa, mencegah perilaku boros, mencegah pemenuhan kebutuhan yang tidak perlu, serta tidak merugikan orang lain.
Program solusi ini sangat mengakomodasi kepentingan ibadah sebab tujuan atau misinya adalah memampukan umat Islam untuk beribadah umrah. Bahkan sampai saat ini para mitra yang sukses melakukan sedekah umrah atau memberangkatkan jamaah umrah secara gratis.

Ketentuan No. 11: setiap mitra usaha yang melakukan perekrutan keanggotaan berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota yang direkrutnya tersebut. Mitra usaha memiliki kewajiban untuk selalu mendampingi dan membantu agar anggota yang direkrut tidak memiliki kesulitan untuk melakukan distribusi produk, serta tidak melenceng dari ketentuan yang telah digariskan syariah.
PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES “BEKASI ” sangat jelas melalui grup-grup telah dilakukan pembinaan dengan seminar-seminar, trainning pengembangan mitra, manasik secara bersama-sama dan bahkan bergabung dengan KBIH setempat.

Ketentuan No. 12: tidak melakukan kegiatan money game. Money Game adalah kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau penggandaan uang dengan praktik memberikan komisi dan bonus dari hasil perekrutan/pendaftaran Mitra Usaha yang baru/bergabung kemudian dan bukan dari hasil penjualan produk, atau dari hasil penjualan produk namun produk yang dijual tersebut hanya sebagai kamuflase atau tidak mempunyai mutu/kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
Program solusi ini sangat jelas bukan money game untung-untungan seperti MLM atau cash machine. Mitra usaha langsung bertransaksi menawarkan jasa travel umrah saja dan jamaah mendaftar langsung DP ditransfer ke rekening PT ARP. Harga produk jasa nya pun sudah jelas.
Dengan mencermati dan menaati berbagai ketentuan PLBS yang telah diatur oleh Pemerintah lewat Kementerian Perdagangan dan DSN MUI, Insya Allah kita bisa terhindar dari bisnis PLB berkedok money game, sehingga kegiatan perniagaan yang kita lakukan bisa memberikan manfaat dan barakah bagi diri kita, keluarga maupun umat. Semoga usaha kemitraan jasa travel umrah PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES “BEKASI ” memberikan keberkahan dan kemaslahatan umat dalam rangka mewujudkan keberangkatan ibadah umrah dan haji.
PENDAPAT PARA TOKOH ISLAM TENTANG PROGRAM SOLUSI UMRAH PT ARP DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES BEKASI

Ustadz Arief Heri Setyawan, Khodimul Ma’had Assalam, Kalimantan Timur. Usaha Ini Sah Dan Halal Secara Islam. Usaha ArminarekA DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES BEKASI itu sah secara syariah. Saya melihat sendiri buku-buku dan brosur-brosur. Ketika mendengar langsung presentasi tim Arminareka di Kalimantan Timur, dijelaskan bahwa sistem komisi yang dijalankan Arminareka DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES BEKASI sudah mendapat legalitas dari Dewan Syariah Nasional, MUI. Saya mendukung ini. Selaku umat yang beriman saya meyakini secara syariah, usaha ini sah dan halal. Jadi, lanjutnya umat muslim tidak perlu ragu untuk menjalankan usaha ini. Sebab dalam usaha ini ada orang lama yang berpengalaman dan ada orang yang menguasai ilmu dan memanfaatkan ilmu. Melalui program ini umat muslim bisa melaksanakan ibadah umroh maupun haji. Memang, masalah kemampuan itu relatif. Ketika orang diberikan hak usaha, berarti ada peluang untuk mendapatkan penghasilan. Kalau aset sudah terpenuhi, bonus terpenuhi dan usahanya telah mendapatkan hasil, itulah dasar menuju taraf mampu. Dia bukan lagi masuk kategori orang miskin, karena kuat dan bisa bekerja. Orang yang bekerja di instansi akan mendapatkan gaji. Sama dengan Arminareka dimana jamaah diajarkan untuk menjalankan program solusi. Ketika mulai berusaha dengan menjelaskan program tersebut, maka dia sudah mulai bekerja. Dan program kerja Arminareka sah secara islam. Jadi kita diberikan program. Mau haji dulu atau umrah dulu tergantung niat kita. Oleh karena ada program haji, idealnya niatnya menjalankan haji karena wajib. Tapi tergantung niat orangnya. Niat saya sendiri meningkatkan kemaslahatan umat, kesejahteraan umat atau dakwah.
KH. Thoha Abdurahman. Ketua Majelis Ulama Indonesia Yogyakarta. Sistem Arminareka Perdana DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES BEKASI Tidak Merugikan Jamaah. Haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Jadi bila ada seseorang yang mampu tapi tidak menunaikan ibadah haji, sama saja dia berdosa seperti orang yang tidak sholat. Jadi jika sudah ada dananya, maka sepatutnya mendaftar, walaupun harus menunggu. Setelah itu, kita harus terus berusahaa, Arminareka memberi solusi untuk mewujudkan ibadah haji tersebut. Alhamdulillah Arminareka ini bisa mempermudah keinginan tersebut. Sistem komisi yang dilakukan Arminareka adalah sistem network marketing yang tidak merugikan. Misalnya saja voucher sebagai tanda membayar DP tidak ada masa kadaluarsanya. Jika voucher sebagai tanda bukti bayar tersebut ada masa hangusnya, maka itu jadi haram. Jadi, jika ingin melakukan ibadah haji jangan hanya berhenti di niat saja tetapi harus pula dikuatkan dengan tindakan lahir. Jika hanya di lisan saja, tanpa melakukan satu upaya pun, bisa jadi akan jatuh kepada sikap munafik (berbohong). Saya berharap, para jamaah Armina tak hanya memikirkan ibadah haji saja, melainkan harus pula memikirkan kebaikan-kebaikan yang lain. Jadi jangan berangkat haji hanya karena ingin di panggil Pak Haji saja. Mudah-mudahan sistem yang ditawarkan Arminareka bisa menambah semangat kita untuk menunaikan ibadah haji. Jika belum terwujud, kita harus meningkatkan kerja lagi agar lebih sukses.
Ustadz Muhammad Nur Al Ghozaly, 30 Tahun. Pendidik di Madrasah dan Masyarakat di Masjid, Jakarta. Manfaat ikut Program Solusi Arminareka Perdana cukup banyak sekali bagi jamaah. Karena melalui Program Solusi Arminareka DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES BEKASI, peluang jamaah untuk menunaikan ibadah umroh menjadi lebih terbuka. Apalagi, saat ini ada Kanz Support System yang bisa memberikan bimbingan bagaimana mencukupi niat tersebut. Jadi, ketika kedua program tersebut menyatu, maka akan lebih mempermudah jamaah untuk mencapai tujuannya. Kanz juga akan meningkatkan kepercayaan jamaah kepada Program Arminareka. Karena ternyata program tersebut bisa diwujudkan. Program Kanz bisa diandalkan jamaah untuk mewujudkan niat umroh/haji dan peningkatan kesejahteraan. Sehingga jamaah tidak lagi khawatir atau bimbang keputusannya.Jadi PT.LIMA UTAMA SUKSES BEKASI membimbing agar perjalanan jamaah lebih dipermudah lagi. Bonus yang kita dapatkan adalah sebagai bukti kerja. Bermitra dengan Arminareka, jelas perjanjiannya. Apa yang kita dapatkan adalah sebuah penghargaan dari pekerjaan yang sudah kita lakukan.
Ustadz Denny Ibrahim, Bogor. Pembinaan Akhlaq Rumah Santriqu foundation, Jakarta. Program Solusi Arminareka DAN PT.LIMA UTAMA SUKSES BEKASI tak hanya sekadar menarik orang untuk menjadi jamaah yang menunaikan umroh/haji. Program ini telah membuat sebuah ikatan antara satu jamaah dengan jamaah lain dalam satu ikatan yang berkesinambungan. Sistem Solusi membuat jamaah dan pengelola saling mengikat dan berhubungan untuk jangka waktu yang panjang. Komisi yang didapatkan oleh jamaah termasuk yang dibolehkan dalam koridor Syari. Besar komisi yang diberikan secara hitungan bisnis masih masuk akal. Karena saya punya informasi dari teman hitungan bisnis perhotelan disana, semakin banyak jamaah yang dibawa, maka diskonya juga semakin besar. Jadi, hanya memindahkan diskon yang didapat travel menjadi komisi yang dibagikan kepada jamaah. Sistem ini menjadikan jamaah sebagai perpanjangan tangan perusahaan untuk menawarkan jasa umrah. Apalagi, Arminareka Perdana dan lima utama sukses”bekasi” bukan travel yang baru berdiri. Sehingga biro penerbangan pun tak segan untuk memberi komisi. Sesuatu yang tidak akan didapatkan oleh travel baru yang belum memiliki track business.
Maksud sebenarnya :
MLM = Masuk Langsung Madinah = Masuk Langsung Makkah = Masuk Langsung Milyarder.
Berpikirlah OOT (Out Off The Box) dan gunakan Otak Kanan (OK) karena golongan kanan.

– Fatwa MUI Tentang Penjualan Berjenjang Syariah –

Cara Memilih Agen Perjalanan Umroh dan Haji
Pertanyaan untuk Arminareka Perdana : KOMISI JAMAAH DARI MANA??